
Jarum suntik penanda hewan yang dapat ditanamkan banyak digunakan dalam produk pendukung seperti kucing, anjing, hewan laboratorium, arwana, jerapah, dan chip injeksi lainnya. Jarum suntik ini tahan air, tahan lembap, tahan guncangan, tidak beracun, tidak mudah retak, dan memiliki masa pakai yang lama.
Alat pelacak hewan berupa jarum suntik kecil yang menyuntikkan chip mikro di bawah kulit hewan. Implan chip mikro ini adalah tag Frekuensi Rendah (LF) yang berisi nomor identifikasi (ID) unik untuk hewan tersebut.
Teknologi chip implan menawarkan beberapa keuntungan bagi pemilik hewan dan peneliti. Salah satu keuntungan signifikan dari chip implan adalah proses identifikasi yang non-invasif. Tidak seperti metode penandaan tradisional, seperti tanda telinga atau tanda kalung, chip implan tidak menyebabkan kerusakan permanen atau ketidaknyamanan pada hewan. Chip implan juga tidak mudah hilang, buram, atau salah baca, sehingga memastikan hewan tetap teridentifikasi sepanjang hidupnya.
Teknologi chip yang dapat ditanamkan juga menawarkan lapisan perlindungan tambahan untuk mencegah pencurian hewan. Nomor identifikasi unik chip, ditambah dengan informasi kontak pemilik hewan, dapat membantu pihak berwenang mengidentifikasi dan mengembalikan hewan yang hilang atau dicuri. Identifikasi hewan yang efektif melalui teknologi chip dapat membantu mengurangi jumlah hewan yang terlantar atau berkeliaran, yang dapat menimbulkan risiko kesehatan masyarakat.
| Chip Implan untuk Tag ID LF Alat Suntik Hewan | |
| Bahan | PP |
| Warna | putih (warna khusus dapat dipesan) |
| Spesifikasi Jarum Suntik | 116mm*46mm |
| Label bantal | 2,12*12 mm |
| Fitur | Tahan air, tahan lembap, tahan guncangan, tidak beracun, tidak mudah retak, masa pakai lama. |
| Suhu kerja | -20 hingga 70°C |
| Jenis chip | EM4305 |
| Frekuensi kerja | 134,2 kHz |
| Bidang aplikasi | Banyak digunakan dalam produk pendukung seperti kucing, anjing, hewan laboratorium, arwana, jerapah, dan chip injeksi lainnya. |